Menghadirkan Kristus dan Kasih-Nya Bersama-sama

Perkembangan gaya hidup manusia yang semakin modern saat ini ternyata selain telah melahirkan dampak positif tetapi juga melahirkan dampak negatif. Seperti gaya hidup materialistis dimana orang mendasari segala sesuatu di dalam alam kebendaan semata. Individualistis menganggap bahwa diri sendiri lebih utama dari yang lain, hedonistis menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup dan konsumeristis suka menghabiskan waktu dan uang untuk berbelanja secara berlebihan.

Manusia tidak lagi menganggap relasi antar manusia sebagai sebuah gaya hidup. Identitas manusia yang disebut sebagai “makhluk sosial” dinilai oleh kebanyakan orang sudah tidak populer lagi. Semangat hidup paguyuban yang saling tolong menolong, bahu membahu dan kasih mengasihipun semakin luntur. Tuntutan pekerjaan, dimana manusia dituntut berkompetisi satu sama lain, akibatnya manusia dapat bersikap menjadi homo homini lupus (serigala bagi sesamanya) atas alasan prestise dan prestasi. Pertanyaannya adalah masih dapatkah kasih Kristus hadir dalam kondisi dunia yang seperti ini?

Gereja hidup di tengah-tengah dunia dan keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosialnya. Gereja adalah persekutuan yang menghubungkan Kristus dengan dunia. Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh penebusan Kristus, gereja dipanggil dan diutus untuk meneruskan karya kasih Kristus di dunia. Kasih pemeliharaan Tuhan yang telah kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari. Kasih Tuhan yang dapat diandalkan ketika kita dalam masa-masa sulit sekalipun, harus kita bagi kepada sesama.

Kita sebagai umat Tuhan, dengan latar belakang apapun telah ditetapkan Allah untuk menjalani panggilan-Nya yaitu melakukan pelayanan kasih. Mungkin kita merasa diri tidak mampu karena banyak kelemahan serta kesibukan yang sulit ditinggalkan, Tuhan yang maha mengetahui akan menolong kita untuk mengatasi sisi lemah kita. Yang terpenting adalah bahwa kasih harus menjadi motivasi ketika kita melakukan sesuatu. Tanpa kasih, semuanya akan sia-sia. Artinya apapun kehebatan yang kita miliki jika kita lakukan tanpa kasih maka tidak akan berguna bagi kehidupan.

Selama kita masih bernafas, maka ada tugas yang harus kita emban bersama-sama yaitu menyatakan kasih dalam kehidupan ini. Dimanapun kita berada, harus tetap setia menghadirkan kasih Kristus. Walaupun sulit, bukan berarti kita tidak bisa dan janganlah takut, Tuhan yang setia akan menjaga dan memelihara orang-orang yang setia kepada-Nya.

JUN

Photo Credit: włodi @Flickr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.