Tempayan Kosong Menjadi Penuh

Tempayan kosong menjadi penuh. Peristiwa ini terjadi di Kana dalam sebuah pesta perkawinan yang dilakukan oleh Yesus atas permintaan Maria, ibu-Nya. Tempayan kosong lalu kemudian berisi air anggur perjamuan tidak terjadi dengan sendirinya. Ada sebuah proses!

Anggur merupakan salah satu unsur utama dalam sebuah jamuan pesta. Anggur melambangkan unsur dan pembangkit sukacita, curahan berkat dan kemakmuran. Kehabisan anggur menandakan ketiadaan berkat dan hal itu pasti sangat memalukan. Sama seperti dalam budaya kita, kehabisan makanan dalam sebuah pesta perkawinan menjadi aib bagi sebagian orang. Dalam pesta itu ternyata hal yang penting itu habis. Tentu ada pelbagai sebab mengapa air anggur itu tidak cukup. Bisa jadi tuan rumah tidak punya cukup uang untuk menyediakan anggur karena mereka keluarga sederhana. Sangat mungkin juga pengunjung pesta itu di luar dugaan. Atau bisa jadi para pengunjung pesta itu mengambil anggur berlebihan. Tempayan air merupakan alat kelengkapan ritual pembasuhan. Orang akan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan air dari tempayan itu.

Kita juga dapat kehabisan “anggur”. Tempayan kita kosong! Kantong kita kosong, usaha seret, kita kehilangan sukacita, ketiadaan pengharapan dan kita bisa menjadi bahan olok-olokan orang lain. Tentu ada banyak penyebab mengapa tempayan kita kosong. Bisa karena keteledoran kita. Sangat mungkin disebabkan oleh tekanan dan penindasan dari orang lain.

Kita dapat belajar dari Maria, menaruh pengharapan yang begitu besar kepada Yesus. Belajar sabar dan menahan diri sekaligus percaya bahwa Tuhan memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Dari peristiwa di Kana, kita juga dapat belajar untuk setia melakukan perintah-Nya. Mujizat di Kana itu sulit terwujud kalau saja para pelayan itu membantah dan tidak mau mengerjakan perintah Yesus. Anggur dalam perjamuan itu telah menjadi sukacita baik bagi mempelai maupun tamu yang datang. Kita dapat juga menjadikan hidup sebagai berkat bagi orang lain. Tempayan kosong menjadi penuh dalam mujizat di Kana memberi kita pembelajaran banyak. Tetap setialah mengikut Tuhan!

AMW.

Photo credits: freeimages.com/romymav

One thought on “Tempayan Kosong Menjadi Penuh

  1. Selamat atas peluncuran situs web GKI Salatiga. Kiranya menjadi berkat bagi seluruh jemaat dan semakin meningkatkan peran serta dan kepedulian jemaat pada kegiatan-kegiatan gereja. Soli Deo Gloria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.