Bahan Dasar

Keluarga Sebagai Agen Pelayanan Kasih

Dikasihi Allah, keluarga diutus menjadi agen kasih di tengah masyarakat.

Foto keluarga

Mengapa tema ini?

Karakter seseorang berakar pada orang-orang terdekatnya, terutama keluarga. Empat kenyataan berikut mendasari pergumulan Bulan Keluarga 2026.

Individualisme

Dunia yang makin individualis dan "rat race" membuat makna hidup menjadi dangkal.

Struktur Keluarga Berubah

Keluarga hari ini berbeda dari 20-30 tahun lalu, dan gereja perlu menyikapinya dengan kasih dan kepedulian.

Karakter Empatik

Keluarga adalah tempat pertama kasih, kepedulian, dan bela rasa dibentuk.

Jembatan

Sebagai ekklesia domestica, keluarga menghubungkan gereja (institusi) dengan masyarakat.

Playlist Bulan Keluarga

Segera Hadir!

Coming Soon!

Empat minggu, satu panggilan

Bacaan leksionari memandu setiap minggu. Pilih minggu untuk melihat bacaan dan langkah keluarga.

Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih

Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20; Mazmur 19; Filipi 3:4b-14; Matius 21:33-46

Sepuluh firman bukan sekadar aturan, melainkan akar bagi hidup keluarga. Keluarga yang bersandar pada sabda beroleh hikmat menghadapi tantangan, dan kasih Allah tidak berhenti walau dihambat.

Langkah keluarga

  • Merenungkan sabda Allah bersama-sama disertai doa
  • Menghormati Tuhan dan sesama lewat tutur kata di rumah

Jadwal kegiatan

Pilih jenis kegiatan untuk menyaring daftar.

Minggu 1Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih4 - 10 Okt

  1. Min4Okt
    Ibadah

    Ibadah Pembukaan Bulan Keluarga (Perjamuan Kudus)

    “Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih”

    Jam 07.00 - 09.30 - 16.30 Oleh Pdt. Yefta Setiawan Krisgunadi

  2. Min4Okt
    Acara lain

    Jalin Hati

    “Pertumbuhan Iman Anak, Eksplorasi Gen Alpha, Peran Orang Tua”

    Jam 09.30 Tempat Aula SD Kristen 04 Eben Haezer Oleh Ibu Rudangta Arianti, Pdt. Merry Kristina Rungkat (Komisi Anak & Panitia)

  3. Sel6Okt
    PA Wilayah

    PA Wilayah

    Efesus 6:1-20

    Jam 17.00 Oleh KPPI

  4. Rab7Okt
    Refleksi

    Refleksi Minggu 1

    Oleh Panitia

  5. Sab10Okt
    Podcast

    Podcast Keluarga

    “Terus Bertumbuh Sebagai Ayah dan Ibu”

    Tayang di Kanal YouTube GKI Salatiga

Minggu 2Menolak Berhala, Memilih Setia11 - 17 Okt

  1. Min11Okt
    Ibadah

    Ibadah Minggu ke-2 Bulan Keluarga

    “Menolak Berhala, Memilih Setia”

    Jam 07.00 - 09.30 - 16.30 Oleh Sdr. Melvern Kenny Cahyadi

  2. Min11Okt
    Acara lain

    Aksi Sosial Donor Darah

    Jam 08.00 Tempat Ruang Betlehem Oleh Panitia

  3. Sel13Okt
    PA Wilayah

    PA Wilayah

    1 Raja-Raja 19:1-18

    Jam 17.00 Oleh KPPI

  4. Rab14Okt
    Refleksi

    Refleksi Minggu 2

    Oleh Panitia

  5. Kam15Okt
    Acara lain

    Lomba Menghias Nasi Goreng & Persekutuan Bulanan KUL

    “Di Masa Senja Tetap Menjadi Berkat”

    Jam 14.30 Oleh Pdt. Em. Iman Santoso

  6. Jum16Okt
    Acara lain

    Persekutuan Komisi Dewasa Spesial Bulan Keluarga (Intergenerasional)

    “Love Starts at Home”

    Jam 18.00 Oleh Pdt. Helen Ruth Manurung

  7. Sab17Okt
    Podcast

    Podcast Keluarga

    “Relasi yang Menghidupkan di Usia Emas”

    Tayang di Kanal YouTube GKI Salatiga

Minggu 3Menghadap Tuhan, Menegakkan Altar Keluarga18 - 24 Okt

  1. Min18Okt
    Ibadah

    Ibadah Minggu ke-3 Bulan Keluarga

    “Menghadap Allah, Menegakkan Altar Keluarga”

    Jam 07.00 - 09.30 - 16.30 Oleh Pdt. Yefta Setiawan Krisgunadi

  2. Sel20Okt
    PA Wilayah

    PA Wilayah

    2 Raja-Raja 4:1-7

    Jam 17.00 Oleh KPPI

  3. Rab21Okt
    Refleksi

    Refleksi Minggu 3

    Oleh Panitia

  4. Sab24Okt
    Podcast

    Podcast Keluarga

    “Memilih untuk Mewarnai Keluarga”

    Tayang di Kanal YouTube GKI Salatiga

Minggu 4Meneladankan Kasih, Mewariskan Iman25 - 31 Okt

  1. Min25Okt
    Ibadah

    Ibadah Penutupan Bulan Keluarga

    “Meneladankan Kasih, Mewariskan Iman”

    Jam 07.00 - 09.30 - 16.30 Oleh Pdt. Helen Ruth Manurung

  2. Sel27Okt
    Acara lain

    Sumur Yakub

    “Pelayanan Bersama Keluarga”

    Jam 17.00 Oleh Bpk. Agastya Rama Listya

  3. Rab28Okt
    Refleksi

    Refleksi Minggu 4

    Oleh Panitia

  4. Jum30Okt
    Acara lain

    Guyub Keluarga Inspiratif (GKI Salatiga)

    Jam 18.00 Tempat Aula Kana Oleh Panitia

  5. Sab31Okt
    Acara lain

    Family Fun Walk

    Jam 06.00 Oleh Komisi Dewasa

Refleksi khotbah

Renungan dari panitia untuk setiap minggu, terbit hari Rabu. Pilih kartu untuk membacanya.

Minggu 1Terbit Rab, 7 Okt

Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih

Bacaan Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20; Mazmur 19; Filipi 3:4b-14; Matius 21:33-46

Pembawa Firman: Pdt. Yefta Setiawan Krisgunadi

Minggu 2Terbit Rab, 14 Okt

Menolak Berhala, Memilih Setia

Bacaan Keluaran 32:1-14; Mazmur 106:1-6, 19-23; Filipi 4:1-9; Matius 22:1-14

Pembawa Firman: Sdr. Melvern Kenny Cahyadi

Segera hadir

Minggu 3Terbit Rab, 21 Okt

Menghadap Tuhan, Menegakkan Altar Keluarga

Bacaan Keluaran 33:12-23; Mazmur 9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22

Pembawa Firman: Pdt. Yefta Setiawan Krisgunadi

Segera hadir

Minggu 4Terbit Rab, 28 Okt

Meneladankan Kasih, Mewariskan Iman

Bacaan Ulangan 34:1-12; Mazmur 90:1-6, 13-17; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46

Pembawa Firman: Pdt. Helen Ruth Manurung

Segera hadir

Kartu komitmen keluarga

Minggu 1: Sabda
Minggu 2: Setia
Minggu 3: Altar keluarga
Minggu 4: Kasih bagi sesama
Isi nama keluarga dan pilih satu atau lebih komitmen, lalu pilih “Buat kartu”.

Tantangan empat minggu

Centang tiap langkah yang sudah dilakukan keluarga. Kemajuan tersimpan di peramban ini.

Twibbon Bulan Keluarga

.jpg atau .png

Geser foto langsung pada pratinjau untuk mengatur posisi.

Foto diproses di peramban Anda dan tidak diunggah ke server.

Penutup

Dibentuk dan dikasihi Allah, keluarga dituntun menjadi agen kasih di tengah masyarakat. Dengan bertekun mendengarkan sabda, setia, menegakkan altar keluarga, dan meneladan kasih Kristus, keluarga beroleh daya untuk berkarya nyata.

Ilustrasi Penutup

Matius 22:37-39

37Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. 39Perintah yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (TB2)

Minggu 1: Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih

Refleksi Minggu Pertama – Panitia Bulan Keluarga GKI Salatiga 2026

Saudara-saudara yang dikasihi dalam Kristus, pada Hari Minggu yang lalu kita diajak untuk menggumuli sebuah tema “Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih” yang didasari melalui bacaan dari Kitab Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20; Mazmur 19; Filipi 3:4b-14; Matius 21:33-46 yang disampaikan oleh Pdt. Yefta Setiawan Krisgunadi. Pada saat ini, kita mengambil waktu sejenak bersama dengan keluarga maupun secara pribadi untuk merenungkan kembali tema dan keseluruhan kitab bacaan, serta mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Minggu yang akan datang melalui refleksi berikut ini:

Sebelum Allah berkata “jangan,” Dia lebih dulu berkata, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Kel. 20:2 TB 2). Sepuluh perintah tidak dimulai dengan larangan, tetapi dengan kisah penyelamatan. Umat dikasihi dan dibebaskan lebih dulu, baru kemudian diajak hidup dalam firman. Inilah akar kita. Kita tidak menaati Allah supaya dikasihi, tetapi kita menaati-Nya karena sudah dikasihi-Nya. Sekarang, pertanyaan bagi kita: Dalam kehidupan ini, kapan Tuhan pernah “membawa kita keluar” dari situasi sulit? Apa yang kita pelajari tentang Dia?

Pemazmur pun memahami hal yang sama. Baginya Taurat TUHAN itu sempurna, bukan beban, melainkan sesuatu yang menyegarkan jiwa, lebih berharga dari emas dan lebih manis dari madu (Mzm. 19:8-11). Dari refleksi kesaksian yang dibagikan pemazmur mengajak kita juga untuk merenungkan sebuah pertanyaan: apakah firman Tuhan di dalam kehidupan kita terasa seperti daftar aturan yang sangat panjang atau seperti air yang menyegarkan jiwa? Mengapa?

Di sisi lain, melalui bacaan yang kedua, Rasul Paulus menunjukkan betapa dalamnya “akar” yang dimiliki diri belum tentu sesuai. Rasul Paulus memiliki “akar” yang mengesankan; keturunan terhormat, pendidikan terbaik, kesalehan yang tanpa cela (Flp. 3:4b-6). Namun, semua itu ia anggap sebagai kerugian demi mengenal Kristus. Ia tidak lagi mau bergantung pada kebenarannya sendiri, melainkan pada kebenaran yang datang dari iman kepada Kristus (ay. 9).

Kalau kita renungkan kembali, betapa seringnya keluarga Kristen mengakar pada “riwayat hidup” yang lain, yaitu nama baik, jabatan, prestasi anak, status gereja. Tidak sepenuhnya salah, hanya saja bukan cara yang sesuai untuk dijadikan sebagai patokan kehidupan. Mungkin, inilah pertanyaan yang juga dapat kita renungkan bersama: Apa “riwayat hidup” yang sering kita banggakan sebagai keluarga? Bagaimana jika semuanya diserahkan kepada Kristus?

Lalu, dalam bacaan Injil, Yesus bercerita tentang kebun anggur (Mat. 21:33-46). Pemilik sudah menyiapkan segalanya; membuat pagar, tempat memeras anggur, dan menara jaga. Kemudian, para penggarap hanya diminta satu hal, yaitu menyerahkan hasilnya pada musim tiba. Namun, mereka memperlakukan kebun itu sebagai milik sendiri. Hamba-hamba yang ada ditangkap, diperlakukan tidak baik, dan bahkan membunuhnya. Alih-alih mereka merasa memiliki kewenangan yang lebih tinggi dari Sang Empunya kebun dan tidak menghadirkan kasih. Dari perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur, kita bercermin kalau rumah, pasangan, anak-anak, waktu, dan harta adalah “kebun anggur” yang dipercayakan, bukan hak milik kita. Keluarga yang lupa bahwa dirinya penggarap tentu akan berhenti berbuah. Oleh sebab, mereka hanya sibuk untuk mempertahankan “milik” – nya sendiri. Maka, pertanyaan untuk kita renungkan: Apa saja yang Tuhan percayakan kepada keluarga kita? Adakah yang kita perlakukan seolah-olah milik kita sendiri?

Selanjutnya, buah kasih yang Tuhan harapkan bukan hasil tekad kita. Buah itu tumbuh ketika kita tinggal di dalam Sang Anak, yakni Kristus, batu yang dibuang tetapi menjadi batu penjuru (ay. 42). Pertanyaan untuk kita renungkan: Buah kasih apa yang Tuhan harapkan dari keluarga kita pada saat ini? Dari akar yang tertanam pada Sabda lahirlah kasih yang konkret; orang tua yang mau meminta maaf, anak yang belajar menghormati orang tuanya (Kel. 20:12), pasangan yang setia, dan rumah yang jujur satu sama lain. Perhatikan kembali bahwa perintah pertama berbunyi: “Jangan ada padamu ilah lain di hadapan-Ku” (Kel. 20:3 TB 2). Para penggarap itu pun tergelincir di titik yang sama. Oleh sebab, mereka menempatkan diri sebagai pemilik, menggantikan tempat Sang Empunya kebun. Itulah berhala yang paling tidak disadari: bukan patung, melainkan hati yang ingin berkuasa atas hidupnya sendiri.

Setelah merenungkan lebih dalam, kini kita diajak untuk mempersiapkan diri dalam menyambut tema ibadah di minggu yang akan datang, yaitu “Menolak Berhala, Memilih Setia.” Saudara-saudara yang dikasihi dalam Kristus, kesetiaan bukan keputusan dadakan saat godaan datang. Ia buah dari akar yang telah lama tertanam dalam Sabda. Pertanyaan yang dapat kita renungkan: Satu kebiasaan kecil apa yang dapat kita mulai jalani agar Sabda semakin berakar di rumah kita? Pada akhirnya, sebelum kita sanggup berkata “tidak” kepada berhala, kita perlu lebih dulu menikmati betapa dalam dan manisnya firman Tuhan.

Kiranya Tuhan memampukan kita untuk menjadi pelaku firman yang memperjuangkan kasih dan kesetiaan-Nya. Segala kemuliaan bagi Allah! Amin.