Renungan 16 Februari 2025

Berbahagia Sekarang dan Mendatang

Oleh: Pnt. Shielly Gunawan

Tema Ibadah Minggu ini adalah Berbahagia Sekarang dan Mendatang. Sering kali manusia menggantungkan kebahagiaan pada apa yang akan terjadi di masa depan. Jika itu terus dilakukan, ia akan sulit berbahagia atas apa yang sedang ia jalani pada masa kini dan jika apa yang terjadi di depan tidak sesuai dengan kemauannya ia akan benar-benar jatuh dan kecewa.

Banyak orang melihat kehidupan orang lain lebih bahagia dari dirinya, padahal setiap orang pasti punya salibnya sendiri-sendiri. Kebahagiaan adalah sesuatu yang harus kita usahakan karena kebahagiaan tidak jatuh dari langit. Contohnya:
a) Kalau kita ingin anak kita berbakti pada kita sebagai orang tuanya, ya dari muda kita juga harus berbakti pada orang tua kita.
b) Kalau kita ingin bahagia di keluarga ya jangan berharap pasangan kita untuk berubah menjadi seperti yang kita inginkan, tapi kita harus merubah diri kita sendiri untuk bisa sejalan dengan pasangan kita.

Jadi intinya untuk bahagia kita harus aktif.
Kebahagiaan bisa kita dapatkan kalau kita mau melakukan Firman Allah. Di Yeremia 17:7 dikatakan: “diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan yang mempercayakan dirinya pada Tuhan”. Karena dalam Tuhan lah jiwa kita tentram dan bahagia, hanya Dialah satu-satunya pengharapan dalam hidup kita.

Kita hidup di dunia seperti berada di hutan belantara, semua hal bisa terjadi dan tidak bisa diprediksi apa yang akan terjadi besok. Kita tidak bisa mengandalkan manusia, karena sifat manusia mudah berubah. Hanya kepada Tuhanlah yang bisa kita andalkan dalam hidup ini, karena Tuhan itu kekal. Berjalan bersama Yesus hidup kita akan penuh sukacita dan damai sejahtera itulah kebahagiaan yang sejati.