Renungan 9 Februari 2025

Dicintai dan Dipanggil-Nya

Oleh: Ayu Putri Lape

Dalam kehidupan bergereja, setiap kita memiliki tugas untuk melayani dan mewujudkan panggilan Tuhan di tengah dunia ini. Namun, yang menjadi pertanyaan reflektif bagi kita adalah apa respon yang kita berikan jika diminta untuk bergabung dalam pelayanan? Apakah kita menerima atau menolak karena berbagai macam alasan, seperti merasa tidak layak, tidak mampu dan merasa tidak memiliki kelebihan untuk melayani.

Kita tahu bahwa setiap orang memiliki karunia dari Tuhan, namun tidak semua orang memiliki kesadaran untuk mempersembahkannya sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan.

Pada bacaan-bacaan Minggu ini, kita akan memahami bagaimana Allah memilih dan memanggil Simon Petrus, Yesaya dan Paulus untuk bersaksi dan melayani. Pertama, Yesus menjadikan Simon sebagai penjala manusia dan predikat ini sangat istimewa. Pekerjaan sebagai nelayan ataupun penjala ikan bukanlah pekerjaan yang mudah dan tampaknya status sebagai “penjala” bukanlah sebuah kemewahan. Meskipun demikian, Yesus memanggil Simon untuk mengikut-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang rendah pekerjaan Simon dan menghargai serta mengapresiasi pekerjaan dan kelebihan Simon.

Kedua, Yesaya menerima panggilan dan mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Tuhan tidak memandang latar belakang dari Yesaya tetapi Yesaya dipilih, dipanggil dan diutus oleh-Nya. Ketiga, Paulus yang dipanggil oleh Tuhan dengan latar belakang seorang Farisi tetapi ketika berjumpa dengan Yesus, ia mengalami transformasi dalam hidupnya dan menyebarkan ajaran Kristus.

Dari ketiga tokoh tersebut, kita dapat memahami bahwa Tuhan mengasihi orang-orang yang dipanggil-Nya dengan latar belakang yang berbeda karena Tuhan selalu melihat segala kebaikan yang ada pada diri kita. Selain itu, kita dapat belajar untuk rendah hati, mengakui kelebihan dan kekurangan kita dan siap menerima panggilan Tuhan. Pujian dari NKB 84 “Ku b’rikan bagiMu tubuhKu, darahKu” mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan sangat besar dan kita harus mensyukurinya dengan cara mempersembahkan segala kebaikan yang Tuhan berikan kepada kita yaitu kesediaan untuk melayani-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.