Sungguh Indah Rumah Bapa ku

 

Harum Udara dipenghujung senja semakin terasa sentosa

Dibalurkan lampu lampu gantung tua

Dilapisi tembok putih pekat yang klasik

Dan dilebur dengan aksen antik

bangku jenjang berjejer apik

Dipenuhi oleh jiwa yang haus sabda

Dan keheningan yang mendamaikan jiwa

Di sini lah aku,

Duduk di pojok gedung Gereja,

GKI Salatiga

Tempat teduh untuk  aku, kamu, dan dia

Melantunkan harap dan doa

Detik demi detik terlampaui

Jiwaku masih termenung merasa damai

Menyemai cinta kasih dari Allah dan sesama

Sungguh manis nan harmonis memikat di dada

Inilah rumah Allahku,

Allah adalah Bapaku

Dan gereja adalah rumahku,

Dan rumahmu.

(WKP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.