PROFIL GABBY – KOMISI PEMUDA

Gabriel Gilang Pratama,biasanya dipanggil Gabi. Berasal dari Samarinda,Kalimantan Timur (09 Januari 1998). Merupakan seorang mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana,Fakultas Bahasa dan Seni, Program studi Sastra Inggris dan termasuk salah satu dari anggota Komisi Pemuda yang menjabat sebagai Ketua di komisi tersebut. 

2016 merupakan tahun pertama untuknya menginjakkan kaki di Salatiga dan di GKI. Saat itu juga, tanpa direncanakan, hatinya langsung tergerak untuk mengikuti kegiatan di gereja dan merasa bahwa ada suatu hal yang mengetuk pintu hatinya untuk mengambil bagian dari kegiatan di gereja GKI. Menurutnya “Melayani itu dimulai dari meresponi panggilan Tuhan, lalu mengerjakannya dengan tulus dan penuh sukacita”. Sehingga,dari situ ia berinisiatif ikut ibadah pemuda dulu,lalu diajak oleh kakak pemuda untuk ikut pelayanan.

Merasa belum mendapat banyak pengalaman, dia pun memulainya dengan membantu mengantar jemput anggota pemuda dari depan kampus ke gereja, sampai akhirnya ikut menjadi anggota TIM Pemerhati dari komisi pemuda. Dari TIM pemerhati itu, dia belajar banyak hal, salah satunya dia menjadi lebih tau apa yang dibutuhkan pemuda saat ini terkhusus pada saat mereka mengalami kesusahan,sakit dan lainnya. Tahun 2017 dia pun diangkat jadi koordinator tim tersebut. 

Pada tahun selanjutnya (2018) pangkatnya berubah dari anggota menjadi ketua dari komisi pemuda. Tidak hanya di komisi pemuda, Gabi juga ikut mengambil bagian dalam acara gereja lain seperti acara ulang tahun gereja, acara bulan keluarga yang diadakan setiap bulan Oktober dan kadang ikut membantu di bagian multimedia atau dekor setiap event.

Banyak yang berpikir bahwa orang mengikuti pelayanan gereja hanya untuk mengisi waktu luang saja. Berbeda dengan Gabi, dia mau masuk pelayanan bukan karena ingin mengisi waktu luang, bukan karena suatu paksaan atau suruhan siapapun,tetapi memang benar-benar merasa ada panggilan untuk melayani di gereja,tulus dari dalam hati. Karena pelayanan di gereja bukan hanya ada sebuah tantangan saja tetapi ada banyak pelajaran juga bagaimana kita bisa “mengenal Tuhan melalui jemaat-jemaatnya”

Dari setiap kegiatan ini Gabi juga mendapatkan pengalaman pribadi. Dia bisa mengenal diri sendiri,bagaimana harus bersikap,berperilaku,bertutur kata dalam sebuah gereja, apalagi sebagai ketua pemuda. Harus mengenal dan mengerti setiap rekan-rekan pelayanan di gereja. Harus mengerti bagaimana mengatasi masalah pemuda,sifatnya seperti apa, apakah mau diajak kerjasama atau hanya ingin pribadi sendiri. Di sisi lain, iman dan rohani nya juga ditantang untuk mampu menghadapi sebuah situasi yang ketika susah bukanlah untuk menjadi beban lagi tapi memang untuk diselesaikan dan bisa menjadi berkat untuk banyak orang juga. Dari semua ini,iman dan spiritualitasnya menjadi terus bertumbuh dan belajar untuk dapat memberikan teladan bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.