BELAS KASIH BUKAN MENGABAIKAN

Pernahkah saudara sekalian melihat kecelakaan di sekitar rumah ataupun di jalan raya? apa yang saudara sekalian lihat disana? apakah ada pemandangan yang tak asing yang saudara cermati? apa hal pertama yang banyak orang lakukan saat mereka melihat sebuah musibah? apakah langsung menolong mereka atau malah hal lain? saya yakin banyak dari kita yang pertama dilakukan adalah mengambil ponsel lalu menolong mereka dan sedikit dari kita yang langsung bergegas menolong. Dan itu pun ada yang hanya mengambil ponsel,memfoto,memposting ke social media lalu pergi begitu saja.

Saudara sekalian, apakah kita sadar akan perbuatan yang kita lakukan tersebut? apakah perilaku kita telah mencerminkan suatu kebaikan atau malah sebaliknya? dalam ayat alkitab (Lukas 10;25-37) bercerita tentang “Kisah Seorang Samaria yang Baik Hati” dijelaskan ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan hanya merampoknya namun memukulinya dan setelah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Lalu lewatlah tiga orang (Seorang Imam,seorang Lewi dan seorang Samaria) saudara tahu apa yang mereka masing-masing lakukan? seorang Imam dan Lewi hanya melewatinya begitu saja sedangkan seorang Samaria membantunya, menyiramnya dengan minyak dan anggur, bahkan mengantarnya ke tempat penginapan lalu membayarkan penginapan untuk merawatnya dan mengatakan “ Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali

 

 

Sadarkah kita, dari ayat ini Tuhan sedang menegur kita,menegur sifat kita yang telah dibawa oleh perkembangan zaman. Saya saat mendengar khotbah ini langsung tersentak, saya langsung sadar bahwa apa yang selama ini saya dan orang sekitar saya perbuat itu amat sangat tidak baik. Dari Lukas 10:25-37 bukan saja mengajarkan untuk menolong, tetapi juga mengajarkan untuk tidak memandang siapa dia, siapa saya, pentingkah dia buat saya, apakah saya akan mendapatkan keuntungan atau malah kerugian, apakah kami saling mengenal satu sama lain?. jangan karena semua itu,kita malah mengabaikan orang yang butuh pertolongan. Tuhan Yesus berbicara dari ayat ini kepada kita, anak yang dikasihinya untuk menunjukkan belas kasih kepada orang yang tidak kita kenal, yang kita temui di kehidupan dunia ini. Tuhan mau kita menolong siapapun yang butuh pertolongan, tanpa melihat latar belakang mereka. Belas Kasih adalah kunci dari segalanya, karena ketika kita memilikinya, kita tidak lagi memikirkan keuntungan,kerugian atau siapapun orang yang kita tolong.

“Ibarat Pisau bisa tajam dengan diasah. Belas Kasih juga bisa terwujud, dimulai dari kesadaran dan usaha untuk mewujudkannya”. Ajarkan Belas Kasih ini kepada anak-anak kita agar mereka bisa paham pentingnya menolong orang tanpa melihat latar belakang mereka.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.