Mengalami Kemuliaan Allah Dalam Hidup

Dalam ibadah Minggu Transfigurasi, umat merayakan peristiwa Yesus menyatakan kemuliaanNya. Transfigurasi, menandai suatu perubahan atau metamorfosa, proses perubahan seperti ulat menjadi kupu-kupu. Di hadapan tiga orang muridNya, tubuh Yesus memancarkan kemuliaan ilahiNya. Musa dan Elia juga hadir dalam peristiwa transfigurasi Yesus. Keduanya juga berada dalam kemuliaan ilahi. Peristiwa transfigurasi Yesus terjadi sesaat sebelum Ia menderita, disalibkan dan bangkit dari kematianNya. Tubuh kemuliaan Yesus pada saat transfigurasiNya berkaitan erat dengan tubuh kebangkitanNya. Peristiwa transfigurasi dan kebangkitan Yesus mempersaksikan jatidiri Yesus yang sesungguhnya sebagai Anak Allah yang kekal, mulia, dan berkuasa.

Kehadiran sekejap dari Musa dan Elia yang berbicara kepada Yesus terkait tujuan-Nya untuk membarui dunia dengan kasih setia yang berkorban, yang akan digenapi di Yerusalem, lalu diikuti oleh suara dari dalam awan bahwa Yesus adalah Anak yang telah dipilih Allah dan bahwa Dia harus didengarkan, memberikan pesan jelas kepada kita, bahwa: kini telah tiba perjanjian baru dalam kehidupan umat Tuhan. Kini, tokoh, figur sentral dari berita Alkitab adalah Yesus Kristus! Melalui firman-Nya, kehendak-Nya, cara hidup-Nya, pengajaran-Nya, kasih-Nya, setiap orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti-Nya dengan setia, dapat mengalami anugerah Allah yang membebaskan diri dari kuasa jahat yang membinasakan dalam sebuah perjanjian yang baru.

Sebagaimana Musa dan Elia dimuliakan dalam peristiwa transfigurasi Yesus, demikian pula umat percaya akan dimuliakan dalam terang ilahi, yaitu persekutuan dengan Kristus. Dalam terang kemuliaan Kristus saat transfigurasiNya, keberadaan kemanusiaan kita pada saatnya akan dimuliakan Allah. Karena itu, panggilan setiap umat untuk menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan harkat kehidupan sesama adalah bagian yang esensial dalam memahami makna transfigurasi Yesus.

Bagaimana kita sebagai orang percaya juga dapat mengalami kemuliaan Kristus, bagaimana iman percaya kita dapat bertransfigurasi. Ada tiga langkah pembelajaran dari peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung yaitu berdoa,  berkarya dan bersyukur. Untuk dapat bertransfigurasi kita harus mencari Tuhan dengan berdoa, doa yang benar adalah doa yang meminta Tuhan mengatur hidup kita, bukan sebaliknya kita yang mengatur Tuhan. Kita juga harus masuk ketengah dunia untuk berkarya melakukan perubahan hidup, mengerjakan pekerjaan Tuhan, membawa cahaya Ilahi. Peristiwa transfigurasi memperlihatkan sekelumit dari kemuliaan Yesus sebagai Mesias dengan disaksikan oleh Musa dan Elia. Kita semakin hari seharusnya semakin diyakinkan bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, kita juga bersyukur sudah menjadi anak Allah melalui Kristus yang sudah menebus dosa kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.